Ada banyak cita, ada banyak cerita, tentang cinta dan menghamba padaNya.

Perjalanan Dakwah

“Jika perjalanan begitu panjang sedang pertolongan Allah belum juga datang, maka ujian dan fitnah akan lebih keras dan liat. Cobaan akan lebih ganas dan lebih berat. Tak ada yang tegar kecuali mereka yang dilindungi Allah. Merekalah orang-orang yang bisa menancapkan iman dalam jiwa, yang bisa menjaga sebuah amanah besar, amanah langit untuk dijalankan di bumi. Amanah Allah di setiap mata hati manusia” (Sayyid Qutb)

Arti Hidup

Arti hidup tak dapat digambarkan ataupun didefinisikan. Hanya akan tercermin dari gerak-gerik serta tingkah laku mereka yang menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan yang tulus, baik dalam keadaan sendiri maupun dikeramaian.

Tentang Waktu

Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan. Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi. Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan. Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan. Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan.

Hidup juga untuk orang ain

Manakala nilai hidup ini hanya untuk diri kita, maka akan tampak bagi kita bahwa kehidupan itu kecil dan singkat. Tetapi apabila kita hidup juga untuk orang lain, maka jadilah hidup ini bermakna panjang dan dalam. Bermula dari adanya kemanusiaan itu sendiri dan berlanjut sampai kita meninggalkan dunia ini. (Sayyid Quthb)

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Kader-kader Manja

Duh kader-kader manja, maunya selalu mendapat, tapi enggan memberi. Maunya diperhatikan, tapi tak mau memperhatikan. Maunya dihargai, tapi tak mau menghargai.

Duh kader-kader manja, merasa paling dibutuhkan dalam dakwah hingga tinggi hati menyerang niat nan suci. Merasa paling berkontribusi tapi lupa diri, bahwa yang diperbuatnya tak begitu berarti.

Duh kader-kader manja, masalah pribadi jadi masalah lembaga. Harusnya fokus memikirkan umat, tapi sibuk mengungkit masalah internal yang dibuat buat. Kapan kita geraknya sobat?

Duh Kader-kader manja, selalu enggan datang rapat, kalaupun datang pasti bilangnya “afwan telat”

Duh kader-kader manja, inginnya selalu instan. Ingin dapet jabatan. Ingin terlihat mapan. Kalau tidak berhasil jadinya menjauh dari perkumpulan. Barisan patah hati pun jadi bermunculan.

Duh kader-kader manja, ingin ini ingin itu tapi tak mau bergerak. Hanya bisa berteriak-teriak, duh sampe suranya serak, tak banyak manfaat.

Duh kader-kader manja, senangnya mengkritisi tapi tak memberi solusi, panjang lebar berdiskusi tapi tak ada aksi.

Duh kader-kader manja,

ternyata usia tak selalu berbanding lurus dengan kedewasaan. Bersikap seperti anak-anak padahal beban dakwah semakin banyak. Ummat ini sedang butuh kontribusimu, jangan kau tambah lagi masalah ummat dengan kemanjaanmu. Ingat, Komitmen kita di jalan dakwah ini akan Allah bayar, jauh lebih mahal dari materi yang selama ini kita kejar. Jadi jangan beralasan meninggalkannya hanya karena disibukkan dengan permasalahan-permasalahan pribadi. Syurga itu amat mahal takkan dapat dicapai dengan upaya seadanya saja. Buanglah sifat manja, buktikan bahwa kita kader-kader dakwah yang siap berkerja untuk ummat, siap bekerja untuk bangsa, siap bekerja untuk Indonesia.


Sumber: Muslim Engineer

0 komentar:

Posting Komentar